fbpx
Ada Pertanyaan ?
+62 857-4550-9992

MENUMBUHKAN GROWTH MINDSET: PERAN PENTING GROWTH MINDSET DI TEMPAT KERJA

chaakra By  June 6, 2024 0 56

Awal mula konsep growth mindset sedniri dikembangkan oleh tokoh psikolog bernama Carol Dweck. Carol Dweck membagi cara berpikir menjadi dua, yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset. Carol Dweck menciptakan sebuah buku yang berjudul Psychology of Success, disebutkan bahwa kunci kesuksesan adalah penerapan growth mindset pada setiap individu.

Growth mindset adalah pola pikir seseorang yang meyakini bahwa kemampuan atau bakat yang dimiliki sejak merupakan sebuah permulaan yang dapat berkembang melalui upaya, dedikasi dan pembelajaran berkelanjutan.  Individu yang memiliki growth mindset akan meyakini bahwa segala kemampuan merupakan sesuatu yang dapat dibangun dan dikembangkan. Individu dengan growth mindset percaya bahwa mereka tidak terbatas pada kemampuan bawaan atau potensi awal mereka karena akan terus berkembang dan melalui latihan, ketekunan, dan upaya yang tepat dapat meningkatkan kinerja.

Seseorang yang memiliki growth mindset cenderung dapat menghadapi tantangan dan kegagalan dengan pikiran terbuka. Berikut adalah karakteristik individu yang memiliki  growth mindset :

  1. Menerima kekurangan dan kesalahan sebagai peluang perbaikan : Mereka yang memiliki pola pikir berkembang melihat kekurangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Mereka menganalisis apa yang menyebabkan kekurangan dan kesalahan tersebut dan melihat ke depan. Orang dengan pola pikir tetap cenderung memandang kekurangan dan kesalahan sebagai hambatan yang tidak bisa mereka lewati dan akan terus belajar.
  2. Mengakui kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran : Jika individu pola pikir tetap (fixed mindset) memiliki rasa takut untuk gagal dan tidak memiliki motivasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka pola pikir berkembang (growth mindset) berpikir gagal sekali atau dua kali bukan berarti tidak sukses. Melainkan mereka tidak takut untuk memulai proses dari awal lagi. Mereka tahu bahwa ketenangan tidak akan dating sampai mencapai sebuah kesuksesan.
  3. Melihat kecerdasan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan : Individu dengan growth mindset meyakini bahwa tidak ada kesuksesan hanya dalam satu malam. Mereka memahami bahwa semakin banyak latihan dan usaha yang dilakukan seseorang, semakin besar individu lebih cepat berkembang
  4. Menerima tantangan dan risiko kegagalan : individu dengan pola pikir berkembang siap dengan tantangan dan menjadikanya sebagai peluang unjuk diri atas kemampuan mereka.
  5. Terbuka dengan masukan : Individu dengan pola pikir pertumbuhan lebih bersikap terbuka terhadap masukan yang membangun. Umpan balik positif membantu individu growth mindset berfokus pada kekurangan dan akan berusaha meningkatkannya.

Individu dengan growth mindset memiliki peran penting dalam dunia kerja. Berikut adalah alasan individu dengan growth mindset memiliki peran penting dalam perusahaan :

  1. Inovatif dan Kreatif :  Perusahaan mendorong karyawannya supaya lebih inovatif dalam membantu perkembangan bisnis perusahaan. Individu dengan pola pikir berkembang memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan tersebut. Daripada menggunakan ide untuk mengatakan, “Saya tidak bisa mencapai hal ini”, pola pikir berkembang akan berkata, “Dengan cara apa lagi saya tidak melihat masalah ini?” dan menghasilkan sesuatu yang “bidang kiri” sebagai tanggapannya. Hal ini mendorong terciptanya budaya inovasi dan kreativitas di tempat kerja.
  2. Mengembangkan Keterampilan : Perusahaan mendorong para karyawan untuk belajar, mengikuti pelatihan, dan mengasah keterampilan yang diperlukan demi menunjang kinerja. Karyawan dengan pola pikir berkembang akan menganggap pengembangan keterampilan bisa melalui upaya dan pelatihan yang tepat. Sehingga dengan adanya pelatihan yang diberikan perusahaan, membuat karyawan dengan pola pikir berkembang akan merasa didukung dalam pengembangan pribadi dan professional mereka.
  3. Produktivitas dalam Bekerja : Karyawan dengan pola pikir berkembang (growth mindset) cenderung lebih termotivasi dan berdedikasi dalam mencapai tujuan mereka. Individu dengan pola pikir berkembang menjadikan tantangan sebagai tempat tumbuh dan berkembang atas keterampilan yang dimilikinya membuat mereka lebih produktif dan mencapai hasil yang lebih baik.  
  4. Ketahanan : individu dengan pola pikir berkembang (growth mindset) tidak mudah menyerah dengan gejolak tantangan yanga ada. Oleh sebab itu, kemampuan ini sangat dibutuhkan terutama saat dalam mengatasi perubahan, ketidakpastian, dan tekanan di tempat kerja.
  5. Kolaboratif : Individu dengan pola pikir pertumbuhan menjadikan rekan kerja sebagai bagian dari pertukaran ide dan sumber pembelajaran. Mereka saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama dan mendorong pengembangan satu sama lain. Hal demikian dapat meningkatkan kinerja tim antar anggota.

Baca juga : Perjalanan Perekonomian Indonesia Tahun 2023 dan Proyeksi Kedepannya

Mengubah pola pikir seseorang dari perspektif “tetap” menjadi “pola pikir berkembang” mungkin tampak sulit, namun dengan mengambil langkah kecil, siapa pun yang ingin dapat membangun “pola pikir berkembang”. Hal ini mengembangkan pola pikir berkembang dapat dimulai dengan mengubah pola pikir Anda terlebih dahulu. Berikut cara membangun pola pikir berkembang secara individu :

Cara Membangun Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) bagi Individu

  1. Identifikasi : melakukan identifikasi dirinya masuk ke dalam kategori individu fixed mindset atau growth mindset.
  2. Berdamai Atas Kekurangan : Setiap individu pasti memiliki kekurangan . Akan tetapi kekurangan yang dimiliki bukan kita jadikan sebagai penghambat dalam diri, karena dengan adanya kekurangan dapat kita jadikan bahan perbaikan diri.
  3. Belajar dari Kegagalan : Sangat penting untuk belajar dari sebuah kegagalan yang mungkin tidak berhasil pada percobaan pertama. Hanya karena tidak berhasil pada percobaan pertama, bukan berarti tidak akan berhasil di kemudian hari. Doronglah dirimu untuk melakukan yang lebih baik di kesempatan berikutnya.
  4. Jangan Menghindari Tantangan : dalam hidup setiap individu pasti akan menghadapi situasi mengambil keputusan dengan segala tantangan yang akan dihadapi. Hadapi tantangan tersebut dan berpikirlah bahwa tantangann bukanlah sebuah hambatan atau titik akhir dari sebuah perjalanan.
  5. Berhenti Memikirkan Validasi dari Orang Lain : Validasi dari orang lain sering kali dapat menghalangi pola pikir berkembang. Kembangkan penerimaan diri dan persetujuan diri. Belajarlah untuk memercayai diri sendiri. Diri kalian sendirilah satu – satunya yang akan berjuang dalam hidup sehingga akan terkesan atas pencapaian besar yang akan dicapai.
  6. Jadikan Saran dari Orang Lain sebagai Motivasi : Tujuan kritik adalah untuk memperbaiki keadaan. Terbukalah untuk selalu mendengarkan saran dari orang lain. Orang lain dapat melihat apa yang Anda lakukan dari sudut pandang yang sedikit berbeda dari Anda dan mungkin memiliki beberapa saran berharga untuk Anda. Sehingga anda dapat lebih mudah mengembangkan pola pikir berkembang Anda.
  7. Kembangkan Rasa Memiliki Tujuan : Tentukan sendiri apa tujuan yang ingin kalian capai.  Jika masih bingung, renungkan “tujuan” dan lihat informasi menarik apa yang muncul sampai kalian merasa mengetahui inti dari tujuan diri kalian, atau mungkin sebagian darinya. Kemudian kejarlah tujuan itu, itulah yang akan membantumu membangun pola pikir berkembang.
  8. Nikmati Proses : hal yang perlu diperhatikan adalah menikmati proses perjalanannya. Anda sepenuhnya terlibat dan berupaya dalam prosesnya, tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan. Berfokus dan menikmati proses sering kali juga meningkatkan hasil, karena Anda telah menikmati dan mengerahkan banyak upaya selama prosesnya.
  9. Belajar dari Kesalahan Orang Lain: Melalui pembelajaran dari kesalahan orang lain, memungkinkan Anda membuat lebih sedikit kesalahan. Hal ini terkadang dapat menenangkan rasa takut untuk mencoba hal baru, yang merupakan aspek kunci dalam membangun pola pikir berkembang.
  10. Mencoba Metode Belajar yang Berbeda : Untuk terus meningkatkan proses belajar Anda dan menemukan gaya dan metode yang paling efisien bagi Anda untuk mempelajari keterampilan baru, Anda memerlukan metode belajar yang baru. Bahkan jika Anda akan melakukan sesuatu yang belum pernah Anda coba sebelumnya, penting untuk membuka diri terhadap kemungkinan belajar dengan cara yang berbeda dari apa yang sudah Anda lakukan. Anda mungkin terkejut dengan metode pembelajaran yang lain, seperti belajar melalui mendengarkan rekaman audio atau menggunakan alat bantu visual seperti peta, grafik, dan diagram, yang dapat sangat membantu Anda.

Perusahaan dengan pola pikir pertumbuhan yang kuat mampu menciptakan lingkungan yang produktif dan membahagiakan bagi karyawannya untuk unggul dan menghasilkan hasil bisnis yang positif. Mengambil langkah pola pikir berkembang di tempat kerja  secara tepat dapat berdampak besar pada budaya perusahaan, kinerja, dan hubungan di tempat kerja yang membantu keterlibatan dan produktivitas. Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan pola pikir berkembang di tempat kerja :

Cara Membangun Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) di Perusahaan

  1. Ciptakan Kesempatan Belajar : Ciptakan program yang memungkinkan staf mempelajari keterampilan baru. Bisa dengan meminta pendapat atau bertanya terkait keinginan staf mengenai apa yang ingin mereka pelajari atau ketahui lebih lanjut.
  2. Menumbuhkan Budaya Pemberdayaan, Dukungan & Fleksibilitas : Berdayakan karyawan Anda untuk bereksperimen dan berinovasi dengan menyediakan alat, sumber daya, dan kebebasan yang mereka perlukan untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka. Berikan penghargaan  
  3. Memfasilitasi Ruang Terbuka Menerima Masukan : Pemimpin dengan mindset berkembang terbuka untuk mendengarkan sudut pandang lain, bahkan ketika mereka menantang sudut pandang mereka sendiri. Menyediakan fasilitas bagi seluruh karyawan untuk memberikan kontribusi, berbagi ide dan menyampaikan kritik berkontribusi terhadap pengembangan pola pikir berkembang organisasi
  4. Menciptakan Tantangan : Sebagai bagian dari pengembangan dan mempertahankan budaya pola pikir berkembang di kantor, menciptakan tantangan di mana staf dapat memanfaatkan keahlian mereka atau mengambil keterampilan baru untuk mengatasi tantangan tersebut merupakan motivator yang kuat.
  5. Kaitkan Evaluasi dengan Pembelajaran, bukan Output : Penilaian kinerja karyawan secara tradisional mungkin melihat pada tingkat output atau produktivitas, namun dengan mengubahnya untuk memeriksa bagaimana karyawan tumbuh dan berkembang. Perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menetapkan tujuan yang lebih berkaitan dengan peningkatan keterampilan, hal ini akan berkontribusi pada pembentukan pola pikir pertumbuhan organisasi.

Memiliki pola pikir berkembang akan membuat Anda tetap terbuka terhadap peluang, membantu mengembangkan dan memperluas kemampuan Anda saat ini, dan pada akhirnya, memungkinkan Anda untuk berkembang dalam lingkungan bisnis yang terus berubah saat ini. Pola pikir berkembang menawarkan berbagai manfaat pada proses pengembangan diri seseorang. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari pola pikir pertumbuhan organisasi di tempat kerja.

Baca juga : Menjaga Stabilitas SDM untuk Mencegah Kemunduran Akan Adanya Digitalisasi

Manfaat dari Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset) di Tempat Kerja

  1. Pemecahan Masalah yang Lebih Baik : Orang-orang dengan pola pikir berkembang lebih cenderung melihat masalah sebagai tantangan menarik yang bisa mereka pelajari. Mereka juga akan berpikir secara kompleks sebagai bagian dari strategi pemecahan masalah, memilih ide dari berbagai bidang karena mereka tidak takut untuk mencoba hal baru. 
  2. Kepercayaan Karyawan : Karyawan dengan pola pikir tetap cenderung memandang rekan kerja mereka sebagai pesaing dalam perlombaan menuju kesuksesan daripada sebagai kolaborator. Oleh karena itu, budaya perusahaan yang berakar pada pola pikir tetap menunjukkan berkurangnya kepercayaan dan komitmen terhadap perusahaan. Sebaliknya, pola pikir berkembang yang dianut secara luas di tempat kerja menunjukkan manfaat yang jelas bagi organisasi. Survei yang dilakukan oleh Harvard Bussiness Review ditemukan bahwa, dari sampel perusahaan perusahaan yang telah dikumpulkan ditermukan sebesar 47% karyawan mengatakan bahwa rekan kerja mereka dapat dipercaya.
  3. Ketekunan dan Keuletan : Orang-orang dengan mindset berkembang lebih cenderung untuk terus mencoba dan kecil kemungkinannya untuk menyerah pada rintangan pertama.
  4. Moral yang Lebih Baik : Perusahaan dengan pola pikir berkembang juga memberdayakan karyawan dengan memberi kebebasan mengajukan pertanyaan dan mengemukakan ide-ide mereka sendiri. Percaya bahwa pendapat mereka penting dan dipercaya untuk tumbuh bersama perusahaan merupakan dorongan moral yang besar. Dorongan moral yang besar membuat karyawan menjadi lebih berkomitmen dengan perusahaan.
  5. Kreativitas dan Inovasi : Growth Mindset menumbuhkan pikiran untuk terbuka terhadap ide dan sudut pandang baru yang kemudian dapat memancing untuk mengeluarkan ide baru. Hal ini dapat mengarah pada solusi dan pendekatan inovatif terhadap masalah. Hal demkian menurut karyawan perusahaan dengan pola pikir berkembang sebanyak 49% setuju bahwa perusahaan dengan pola pikir berkembang mendorong karyawannya untuk terus kreatif dan berinovasi.

Individu yang tidak mengembangkan growth mindset cenderung mengalami beberapa dampak negatif yang signifikan. Berikut adalah beberapa dampak negatif tersebut

Dampak Negatif Bagi Individu yang Tidak Mau Mengembangkan Growth Mindset

  1. Stagnasi dan Kurangnya Perkembangan Diri: Individu dengan fixed mindset cenderung menghindari tantangan karena mereka takut gagal dan tidak ingin terlihat tidak kompeten. Ini menghambat perkembangan diri mereka. Sebaliknya, individu dengan growth mindset akan melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.
  2. Rendahnya Tingkat Motivasi : Fixed mindset sering kali mengakibatkan rendahnya motivasi. Ketika individu percaya bahwa kemampuan dirinya tidak dapat berubah, mereka mungkin kurang berusaha untuk mencapai tujuan atau mengatasi kesulitan. Individu yang tidak mau mengembangkan growth mindset cenderung lebih mudah menyerah ketika menghadapi rintangan karena merasa usaha yang dilakukan akan menjadi sia-sia.
  3. Pengaruh Negatif pada Kesehatan Mental: Sikap yang tidak percaya pada kemampuan untuk berubah dapat mempengaruhi kesehatan mental secara negatif. Individu yang tidak mau mengembangkan growth mindset mungkin lebih rentan terhadap stres dan kecemasan, terutama ketika menghadapi situasi yang menantang. Mereka mungkin merasa tidak berdaya dan mengalami penurunan rasa harga diri.
  4. Kurangnya Kreativitas dan Inovasi: Tanpa growth mindset, individu cenderung kurang berinovasi karena mereka tidak mau mengambil risiko atau mencoba pendekatan baru. Individu tersebut mungkin terjebak dalam rutinitas dan tidak mampu melihat peluang baru yang bisa meningkatkan kinerja mereka.
  5. Hubungan Sosial yang Terganggu: Individu yang tidak mau mengembangkan Growth Mindset juga dapat mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain. Hal demikian terjadi karena individu merasa harus selalu membuktikan kemampuan mereka yang membuat individu mungkin lebih kompetitif dan kurang kolaboratif. Ini dapat menghalangi pembangunan hubungan yang sehat dan produktif di lingkungan kerja maupun sosial.

Kesimpulan

Ketahuilah bahwa mengembangkan pola pikir berkembang membutuhkan waktu dan tidak akan terjadi tanpa perjuangan. Hal demikian dapat dimulai dengan menerapkan membangun pola pikir berkembang dari diri sendiri. Individu dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan mereka tidak terbatas pada bakat bawaan atau potensi awal. Mereka melihat tantangan dan kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, serta percaya bahwa keterampilan dan kinerja mereka dapat ditingkatkan melalui latihan dan ketekunan.

Perusahaan dengan pola pikir berkembang (growth mindset) menciptakan lingkungan yang produktif dan membahagiakan bagi karyawan, yang berdampak positif pada budaya perusahaan, kinerja, dan hubungan kerja. Secara keseluruhan, memiliki growth mindset memungkinkan individu untuk tetap terbuka terhadap peluang, mengembangkan kemampuan, dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Growth mindset memberikan berbagai manfaat dalam pengembangan diri dan menghasilkan hasil bisnis yang positif, serta membantu individu dan organisasi mencapai kesuksesan jangka panjang.

Make a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *